Penyanyi dan penulis lagu asal Pasuruan, Dimas Desperado, kembali menyapa pendengar musik Indonesia melalui single terbarunya yang berjudul “Ketika Kita Selagu”. Lagu yang resmi dirilis pada 11 Mei 2026 ini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital dan menjadi pembuka dari sebuah trilogi cerita yang tengah dipersiapkan Dimas untuk rilisan-rilisan berikutnya.
“Ketika Kita Selagu” hadir sebagai karya yang berbicara tentang sebuah fase yang sering dialami banyak orang namun jarang dibahas secara jujur, yaitu saat seseorang harus menerima kenyataan bahwa tidak semua hubungan ditakdirkan untuk berakhir bersama. Ada pertemuan yang memang hanya hadir untuk mengajarkan keikhlasan, bukan untuk menjadi akhir dari perjalanan cinta.
Musisi kelahiran Pasuruan, 6 September 1996, yang dikenal sebagai penggemar berat Freddie Mercury ini menghadirkan warna folk yang berbeda dalam single terbarunya. Sentuhan gitar akustik dan permainan biola yang melankolis menciptakan suasana emosional tanpa membuat lagu ini terjebak dalam nuansa yang terlalu lambat atau sendu. Sebaliknya, Dimas memilih mengemas rasa kehilangan dan kerinduan dalam balutan musik pop folk yang ringan, hangat, dan tetap nyaman didengarkan.
Berbeda dengan beberapa karya sebelumnya yang banyak berbicara tentang penyesalan terhadap masa lalu, “Ketika Kita Selagu” lebih berfokus pada proses menerima keadaan. Lagu ini menggambarkan bagaimana seseorang memilih mengakhiri hubungan yang sudah kehilangan arah dengan cara yang dewasa, tanpa saling menyakiti dan tanpa memaksakan sesuatu yang memang tidak lagi bisa dipertahankan.
Tema tersebut semakin kuat melalui lirik-lirik yang sederhana namun sarat makna. Dimas menyelipkan berbagai bahasa satir serta menyebut sejumlah nama musisi legendaris yang menjadi bagian penting dari cerita dalam lagu ini. Nama-nama seperti Axl Rose dari Guns N’ Roses, Kaka dari Slank, hingga John Lennon muncul sebagai simbol kesamaan yang pernah mempertemukan dua orang dalam sebuah hubungan.
Menurut Dimas, kesamaan selera musik sering kali menjadi alasan seseorang merasa dekat dengan orang lain. Namun dalam kisah yang diangkat melalui “Ketika Kita Selagu”, kesamaan tersebut ternyata tidak cukup untuk mempertahankan hubungan ketika hanya satu pihak yang terus berjuang. Pada akhirnya, kisah cinta tersebut harus berhenti di tengah jalan meskipun keduanya pernah merasa “selagu”.
“Aku pinginnya lagu ini bisa menginspirasi banyak orang buat stop jatuh cinta sendirian. Kamu itu berharga dan lebih pantas mendapatkan seseorang yang juga ingin sama kamu,” ungkap Dimas Desperado.
Dari sisi musikal, “Ketika Kita Selagu” menghadirkan aransemen folk-pop dengan sentuhan musik era 1960-an yang dikemas lebih modern. Karakter vokal Dimas yang ekspresif dan teatrikal menjadi elemen yang menonjol sepanjang lagu. Nuansa senja yang dibangun sejak awal membuat lagu ini terasa seperti sebuah surat perpisahan yang lembut, namun penuh penerimaan.
Dalam proses produksinya, Dimas mencoba keluar dari zona nyaman yang selama ini ia jalani. Jika pada karya-karya sebelumnya ia lebih banyak bekerja bersama tim internalnya, kali ini ia menggandeng produser musik asal Sumatera Barat, Bayu Aurora, untuk menangani produksi musik, mixing, dan mastering. Sementara proses rekaman vokal dilakukan di studio miliknya sendiri, 69 Studio yang berlokasi di Pasuruan.
Tak hanya menawarkan pengalaman audio, perilisan “Ketika Kita Selagu” juga diperkuat dengan video lirik yang digarap menggunakan teknologi AI Sync 3. Berbeda dari video lirik pada umumnya, visual yang disajikan dirancang mengikuti alur cerita lagu sehingga menghadirkan pengalaman yang lebih sinematik. Pendengar tidak hanya membaca lirik yang berjalan di layar, tetapi juga diajak mengikuti narasi yang terasa seperti menonton film pendek dengan sentuhan teknologi kecerdasan buatan.
Bagi Dimas Desperado, perilisan single ini menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan karier musiknya. Selain menjadi awal dari proyek trilogi yang sedang disiapkan, lagu ini juga menjadi medium untuk menyampaikan pesan kepada mereka yang masih terjebak dalam hubungan satu arah.
“Setiap orang akan selalu punya masa dan kesan tersendiri saat dekat dengan kita. Yang paling penting, saat menjalin hubungan dengan seseorang, perkecil ekspektasi. Berharaplah pada semesta, bukan pada manusia, supaya kamu tidak terlalu kecewa,” tambah Dimas.
Melalui “Ketika Kita Selagu”, Dimas Desperado tidak sekadar menghadirkan lagu tentang patah hati. Ia menawarkan sebuah sudut pandang yang lebih dewasa tentang cinta, penerimaan, dan keberanian untuk melepaskan seseorang yang memang sudah habis masanya dalam hidup kita.
Single “Ketika Kita Selagu” kini sudah dapat didengarkan di berbagai Digital Streaming Platform (DSP), termasuk Spotify dan Apple Music.





