Setelah dua tahun sejak merilis “Split EP Unadored”, solo project asal Medan, Raditomo, kembali menyapa pendengar melalui mini album terbarunya yang bertajuk “AH”. Rilisan yang resmi meluncur di seluruh platform streaming digital pada 30 Mei 2026 ini hadir sebagai sebuah refleksi tentang perjalanan hidup manusia, dari masa kecil hingga dewasa, lengkap dengan berbagai ekspektasi dan tekanan yang menyertainya.
Melalui mini album “AH”, Raditomo mencoba memotret realitas yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Sejak kecil, sebagian besar dari kita tumbuh dengan harapan untuk menjadi pribadi yang sukses, hidup bahagia, memiliki karier yang baik, berpegang pada nilai-nilai agama, dan menikmati masa tua yang sejahtera. Namun seiring bertambahnya usia, kenyataan sering kali berjalan tidak sesuai dengan gambaran ideal yang ditanamkan sejak dini.
Bagi Raditomo, proses menjadi dewasa bukanlah perjalanan yang sederhana. Setiap fase kehidupan menghadirkan tantangan yang berbeda. Mulai dari masa anak-anak, remaja, dewasa, hingga saat membangun keluarga, masing-masing memiliki tekanan dan persoalan yang harus dihadapi.
Alih-alih berdamai dengan proses menua dan bertumbuh, banyak orang justru semakin akrab dengan berbagai jalan instan menuju apa yang disebut sebagai “berhala modern”. Tuntutan sosial pun terus bermunculan, mulai dari keharusan mengikuti tren terbaru, tekanan untuk memenuhi standar kesuksesan tertentu, hingga derasnya opini dan penilaian orang lain yang tidak pernah berhenti.
Fenomena tersebut kemudian menjadi benang merah yang melahirkan judul “AH”. Sebuah ekspresi sederhana yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari, namun menyimpan banyak makna. Kata “AH” menjadi simbol dari berbagai komentar, penilaian, sindiran, hingga penghakiman yang kerap diterima seseorang sepanjang hidupnya.
Mulai dari komentar tentang pencapaian, pekerjaan, kondisi ekonomi, hubungan asmara, hingga pilihan hidup, semuanya seolah memiliki ruang untuk dihakimi. Dalam konteks inilah “AH” menjadi representasi dari kebisingan yang terus mengiringi kehidupan modern.
Meski berangkat dari keresahan yang personal, mini album ini tidak hadir sebagai bentuk keluhan semata. Sebaliknya, Raditomo mengajak pendengar untuk melihat kembali posisi dirinya di tengah berbagai tuntutan sosial yang terus berkembang. Sebuah pengingat untuk tetap awas, waras, dan mawas diri ketika berhadapan dengan ekspektasi yang datang dari luar maupun dari diri sendiri.
Dalam proses produksinya, Raditomo melibatkan banyak kolaborator dari berbagai latar belakang kreatif. Untuk kebutuhan visual, ia bekerja sama dengan Biggu sebagai ilustrator artwork dan fotografer Sidiq yang selama ini dikenal dekat dengan skena musik Medan. Sementara proses pengerjaan musik dilakukan di Hosly Studio bersama Adrian Timothy, yang juga dikenal sebagai motor penggerak band Psychotic PV.
Mini album ini juga menghadirkan sejumlah kolaborasi dengan musisi lintas genre. Beberapa nama yang turut terlibat antara lain Galuh, DJ asal Bali Gvsdan, rapper asal Medan Fru, serta musisi Medan Nuh. Selain itu, sentuhan musikal juga diperkuat oleh sejumlah session player seperti Agnes pada violin, Lisker pada cello, Aldo pada sarune, Obryan pada gitar, Gabriel dan Dana pada perkusi, hingga F Boy Sinaga yang menyumbangkan elemen soundscape untuk lagu “Niku Dipa Gham Betungga”.
Kolaborasi yang beragam tersebut menjadikan “AH” tidak hanya kaya secara tema, tetapi juga menawarkan warna musikal yang luas. Setiap elemen yang terlibat memberikan kontribusi dalam membangun atmosfer yang merepresentasikan berbagai fase kehidupan yang ingin diceritakan Raditomo.
Melalui mini album ini, Raditomo tidak berusaha memberikan jawaban atas berbagai persoalan hidup yang dihadapi manusia modern. Sebaliknya, ia mengajak pendengar untuk berhenti sejenak, mendengarkan, dan menyadari bahwa di tengah segala tuntutan, masih ada ruang untuk memahami diri sendiri dengan lebih jernih.
Mini album “AH” kini sudah tersedia di seluruh platform streaming digital dan siap menjadi teman refleksi bagi siapa saja yang pernah merasa lelah menghadapi kerasnya ekspektasi hidup.





