Bukan sebagai kelanjutan dari masa lalu, tapi lewat langkah baru. Winaldy Senna memperkenalkan W.A.I.T, sebuah entitas musik yang menjadi ruang untuk kebebasan, eksplorasi, dan bercerita yang lebih personal. Tidak sendiri, W.A.I.T diisi oleh nama-nama yang juga punya jejak kuat di skena: Mustika Kamal (Billfold, Last! Goal Party), Asido Sigit (St Loco), dan Ian Anatha (Coldhaven). Empat karakter berbeda, empat energi yang sama-sama keras kepala soal musik.
Single perdana mereka, “Beautiful Lie”, menjadi pintu masuk yang tepat untuk mengenal W.A.I.T. Lagu ini mereka definisikan sebagai sesuatu yang liar, tapi tetap punya sisi indahnya sendiri. Di balik aransemen yang terdengar eksplosif, tersimpan tema yang jauh lebih gelap dan dalam: trauma yang dipendam terlalu lama.
“Lagu ini menceritakan anak yang diam-diam menjadi korban dari dosa orang tuanya. Trauma itu dipendam bertahun-tahun, sampai perlahan menghancurkan dirinya. Yang paling menyakitkan adalah mendapati kenyataan bahwa seorang panutan bisa berubah menjadi sumber kecewa. Tapi aku ingin kisah ini bisa diartikan secara universal,” ungkap Mustika.
Secara musikal, W.A.I.T bergerak di jalur modern rock dengan pendekatan yang tidak membatasi diri pada satu warna. Mereka meramu banyak elemen yang terdengar kontras namun terasa relevan, mulai dari metal, R&B, funk, hingga K-pop.
“Bayangin 2NE1 lagi jalan santai terus ketemu Architects, terus nongkrong bareng Sleep Token sambil ngobrolin Queen. Vibenya campur aduk, modern dengan attitude eksploratif dari setiap personel. Tetap punya ruang emosional, tapi tetap fun,” ujar Winaldy.
Sebagai perkenalan visual, W.A.I.T juga merilis music video “Beautiful Lie” yang digarap bersama Progresif Entertainment, dengan Adrybros sebagai sutradara. Video ini menjadi representasi awal dari semesta W.A.I.T, sebuah gambaran tentang energi mereka yang intens, emosional, dan penuh simbolisasi.
“Beautiful Lie” sudah tersedia di seluruh platform musik digital, dengan music video yang dapat disaksikan melalui kanal YouTube @wait.theband.




