29.8 C
Jakarta
Senin, Maret 16, 2026
- Advertisement -spot_img

Wayang Zaman Now: Di Persimpangan Antara Modernisasi dan Kolektifitas

- Advertisement -spot_img

Bagaimana jika wayang, yang biasanya ditemani gamelan, kini berbasis multimedia dan diiringi musik digital layaknya sebuah film?

Lampu perlahan meredup, bayangan wayang mulai muncul dengan visual sinematik, dan alunan musik digital memenuhi ruangan dengan atmosfer dramatis seperti dalam film. Begitulah suasana pertunjukan Wayang Cinema Yogyakarta pada 22 Agustus di Gedung Kesenian Sleman, yang mengusung lakon Hari Amanat 5 September.

Selama sepuluh tahun, Wayang Cinema Yogyakarta telah berani bereksperimen menggabungkan proyektor, sinematografi, serta komposisi musik digital melalui Digital Audio Workstation (DAW). Musiknya tidak dimainkan secara langsung seperti gamelan, melainkan telah diproduksi sebelumnya lalu diberi efek real-time—mulai dari suara pesawat hingga dentuman. Musik menjadi elemen utama pencipta suasana layaknya film, bukan hanya sekadar pelengkap.

Wawancara dengan Tredy Pranata (dok. pribadi)

“Iya, saya yang membuat musiknya sendiri. Saya full pakai DAW, rekaman hanya untuk isian tembang-tembang saja,” ujar Mas Tredy Pranata, komposer musik Wayang Cinema.

Sebagai mahasiswa musik, saya melihat penggunaan DAW dalam wayang sebagai langkah kreatif yang memperkaya tradisi. Musik digital bukan menggantikan gamelan, melainkan menjadi jembatan untuk menghadirkan nuansa baru—menggabungkan elemen modern dan tradisional. Pendekatan ini memperluas fungsi musik dalam pertunjukan wayang: bukan hanya mengiringi, tetapi juga memperkuat dramatika dan narasi.

Pada adegan perang misalnya, gamelan dipadukan dengan brass section dan synthesizer serta efek suara megah. Pada adegan sedih, strings dan ambient sound menghadirkan kesan lirih. Semua itu menunjukkan kemampuan DAW untuk menciptakan warna bunyi yang detail. Namun di tengah kreativitas teknologi ini, ada satu hal yang terasa hilang: rasa kolektif.

Suasana pertunjukan wayang konvensional hidup dari interaksi spontan antara dalang, pengrawit, dan bunyi gamelan yang mengikuti gerak wayang. Musik bukan sekadar pengiring, tetapi rangkulan sosial yang melibatkan banyak orang di atas panggung. Ketika musik gamelan digantikan oleh musik digital, proses tersebut menjadi lebih individual, dikendalikan oleh satu operator. Dramatis? Ya. Tetapi rasa kebersamaan yang selama ini menjadi roh pertunjukan perlahan memudar.

Tampak samping pertunjukan Wayang Cinema, 22 Agustus 2025 (dok. pribadi)

Efek suara yang muncul di tengah adegan memang memperkuat suasana—seperti dalam pertunjukan Hari Amanat 5 September, misalnya. Namun semua itu bergantung pada satu orang di depan laptop. Tidak ada dialog musikal antar pemain, tidak ada musik spontan yang biasanya menghidupkan pertunjukan wayang.

Inovasi penting, tetapi modernisasi seni tradisi tidak seharusnya mengorbankan karakter dasarnya. Wayang adalah ruang sosial tempat banyak orang bekerja sama. Jika musik digital ingin hadir di dalamnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan lagi “apakah teknologinya mampu?”, melainkan “apakah teknologi mampu menjaga rasa kebersamaan?”.

Menurut saya, langkah berikutnya adalah mencari cara agar teknologi juga membuka ruang partisipasi. Misalnya melalui kolaborasi antara komposer dan pengrawit secara real-time. Eksperimen seperti ini akan membuat wayang tidak hanya modern, tetapi juga tetap kolektif.

Wayang akan terus berubah. Tetapi perubahan terbaik adalah yang tidak membuat kita kehilangan alasan mengapa seni ini bertahan ratusan tahun: karena ia diciptakan, dimainkan, dan dihayati bersama. Mari hidupkan kembali seni pertunjukan yang berinovasi tanpa menghilangkan keterhubungan manusia yang menjadi jantungnya.

Author By :
Nadia Fibriani
nadiafibriani@gmail.com

- Advertisement -spot_img
Musicoloid
Musicoloidhttps://musicoloidnews.com
MUSICOLOID NEWS is an online news media that contains information about the world of music, from the latest album releases and singles from various Indonesian independent bands as well as information on the best music events from all over Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

For Your Day

- Advertisement -spot_img