Pengarah seni sekaligus kreator Tengku Hadhira resmi memperkenalkan KHORROSSIT, sebuah proyek musik dan visual hybrid ambisius yang memperluas semesta Gotik khas Nusantara. KHORROSSIT telah tersedia di seluruh platform musik sejak 1 Agustus 2026.
Proyek ini diciptakan oleh Tengku Hadhira, yang juga menulis dan menciptakan musiknya. Produksi musik ditangani oleh Raja Nazrin Shah, sementara penyutradaraan dan penulisan cerita dikerjakan oleh Asyraf Syahir.
Melalui perpaduan film dan musik, KHORROSSIT menghidupkan sebuah semesta naratif yang kaya sekaligus menuntaskan rangkaian besar cerita yang telah dibangun melalui karya-karya musik Tengku Hadhira sebelumnya.
Kisahnya berpusat pada sebuah perjanjian yang dibangun di atas praktik kekerasan ritual, dengan mengikuti perjalanan sejumlah karakter seperti Saromah, Saram, Lord Kaka, dan Dhurragara. Narasi ini mengangkat tema-tema mendalam mengenai kepatuhan, rasa bersalah yang tertanam dalam suatu sistem, serta upaya memutus siklus antargenerasi. Konflik memuncak ketika Saromah mulai diliputi penyesalan setelah menjalani sebuah ritual yang membawa konsekuensi besar.
Dalam upayanya melampaui batas-batas kreativitas, proyek ini juga menghadirkan bahasa rekaan atau constructed language (conlang) beserta sistem tulisannya sendiri. Bahasa tersebut dikembangkan oleh Asyraf Syahir dan Aiman dengan mengambil inspirasi linguistik dan visual dari bahasa Melayu, Arab, Sanskerta, Kawi, dan Inggris.
Lanskap Bunyi: “Varashman” dan “Sihir Aman”
Fondasi musikal KHORROSSIT dibangun melalui dua lagu utama yang ditulis dan diciptakan oleh Tengku Hadhira serta diproduseri oleh Raja Nazrin Shah.
Instrumen-instrumen tradisional dipadukan dengan aransemen gesek orkestra yang kaya, menciptakan atmosfer mencekam yang mempertemukan nuansa mitologis dengan pengalaman sinematik.
“Varashman”
Ditulis dari sudut pandang seorang suami dari bangsa jin, lagu ini menggambarkan beratnya beban seseorang ketika harus menghadapi rasa malu akibat dosa-dosa besar yang pernah dilakukannya, alih-alih menghindari kematian atau menjadikannya sebagai alasan untuk melarikan diri.
“Sihir Aman”
Lagu ini berpusat pada sebuah penerimaan filosofis yang mendalam bahwa pada akhirnya, kematian sepenuhnya berada di tangan Tuhan.





