Musisi independen, AlifNst, merilis single debut pertamanya — sebuah karya pembuka dari perjalanan musiknya yang menghadirkan suasana reflektif dalam menyelami pergulatan batin dan harapan untuk bangkit. Lagu ini menggambarkan seseorang yang nyaris tenggelam dalam pikirannya sendiri, namun masih mendengar suara kecil yang memanggilnya dari dalam, sebuah bisikan yang mengingatkan untuk tetap bertahan dan bangkit, bahkan di ujung waktu sekalipun.
Dengan karakter vokal baritone husky, Alif membawakan Whispers melalui alunan lembut nan emosional. Melalui lirik yang jujur dan nuansa musik yang melankolis, lagu ini mengajak pendengarnya menyelami perasaan rentan namun penuh harapan.
“Whispers adalah curahan hati untuk siapa pun yang pernah merasa hampir menyerah — termasuk diriku sendiri. Jujur, aku menulisnya di masa ketika aku hampir menyerah, dan lagu ini menjadi pengingat untukku agar kembali berjuang demi orang-orang yang kucintai,” ungkap Alif.
Alih-alih menyuarakan harapan dengan lantang, Whispers justru menemukan kekuatannya dalam keheningan — menghadirkan ruang tenang di mana suara hati lebih terdengar. Tidak ada jawaban pasti tentang dari mana suara-suara itu berasal; bisa jadi dari Tuhan, dari diri sendiri, atau dari seseorang yang pernah mengisi hidup kita.
Artwork resmi Whispers menampilkan potret Alif seorang diri dalam nuansa monokrom, dengan separuh wajah terendam air — seolah berada di antara dua dunia: nyata dan refleksi. Visual ini melambangkan perasaan terjebak dalam pikiran sendiri, namun di balik permukaan air masih tampak pantulan cahaya kecil yang menandakan harapan dan kesadaran diri.
Pantulan wajah di air menjadi simbol dialog sunyi antara rasa takut dan keberanian.
“Aku ingin orang melihatnya bukan sebagai ekspresi keputusasaan, tapi sebagai momen di mana kita mencoba memahami dan menerima sisi lain dari diri kita sendiri,” ujar Alif.
AlifNst (nama asli: Alif Nasution) merupakan musisi independen asal Tangerang Selatan, Indonesia, yang dikenal dengan karakter vokal baritone husky dan emosional. Selain bernyanyi, ia juga menulis lagu dan memainkan gitar — tiga hal yang menjadi medium utama untuk menyalurkan kisah dan perasaannya.
Melalui pendekatan musik yang reflektif dan atmosferik, Alif memadukan elemen dark indie, alternative, dan pop untuk menciptakan pengalaman mendengar yang intim dan penuh makna. Baginya, musik adalah ruang untuk berdialog dengan diri sendiri dan menemukan ketenangan di tengah hiruk-pikuk. Whispers menjadi langkah awal dari perjalanan musikalnya yang personal dan apa adanya — refleksi tentang harapan, kehilangan, dan penerimaan diri.




