31.9 C
Jakarta
Friday, December 2, 2022
- Advertisement -

Band Brutal Death Metal, Vospison Rilis Video Lyric “Psylocybin Hypochondriasis”, Sampaikan Bahaya Narkotika (Magic Mushroom)

- Advertisement -

Sudah menjadi rahasia umum terutama dikalangan pemuda dan pegiat musik independent, jika kota Malang menjadi salah satu kota dengan pergerakan musisi independen yang paling masif di Indonesia. Hal tersebut pun dibuktikan dengan bermunculannya berbagai musisi independent lintas genre yang terus bermunculan setiap tahunnya di kota Malang.

Berbicara tentang pergerakan musik independen di kota Malang, skena musik ekstrem atau metal merupakan salah satu yang terbesar. Hal itu terbukti dengan bermunculannya beragam sub-genre seperti Hardcore, Metalcore, Deathcore, Death Metal, Powerviolence, Grindcore, Punk, Crust Punk, dan lain sebagainya. Beragam sub-genre tersebut pun turutmemunculkan band-band potensial di kota Malang, salah satunya adalah Vospison.

Vospison merupakan band Brutal Death Metal asal kota Malang, yang terbentuk pada tahun 2016 tepat pada bulan Agustus. Dengan digawangi oleh tiga personil Fikri Firman (Bass,Vocal), Oni Arim (Drum), Faisal Sukma (Guitar, Vocal). Vospison adalah nama monster di cerita dongeng Yunani di perpustakaan sekolah. Nama Vospison menggambarkan sebuah monster mimpi (night terror) yang mempunyai tentakel sekujur tubuh bermata besar dan bertaring panjang.

Pada tahun 2021 Vospison telah sukses meluncurkan album perdana dengan tajuk “Diethlamide” yang dirilis oleh label spesialis Brutal Death asal Banjarnegara, Dismembered Records. Tajuk album tersebut diambil dari potongan kata Lysergic Acid Diethylamide yang merupakan salah satu track, dari sembilan deretan album tersebut.

Selain itu Lysergic Acid Diethylamide adalah salah satu jenis narkoba, ya di album kali ini Vospison mengusung tema mengenai Narkoba?, Jelas tujuan tersebut adalah mematahkan stigma negatif masyarakat pada umumnya yang selalu menganggap musisi identik dengan narkoba baik musisi mayor maupun minor seperti mereka. Ya, memang tidak bisa dipungkiri tetapi mereka ingin menunjukkan sisi lain dari musisi minor alias underground.

Konteks dari segi bahasa, hingga pemakaian nama pada judul dan lirik lagu, album “Diethlamide”. Mereka banyak menggunakan bahasa psikologi, hal tersebut tidak lain karena sang Bassis/Vokal (Fikri) adalah seorang mahasiswa jurusan Psikologi. “Kami memanfaatkan preferensi Fikri di bidang Psikologi” ujar sang personil.

Secara referensi hingga penuntutan materi musik Vospison juga banyak dipengaruhi band-band besar luar negeri macam Disgore (USA), Abominable Putridity (Rusia), sekaligus dipadukan dengan unsur sensasi sound yang cukup raw nan khas ala Putridity (Italy).

Memaknai mengenai “Psylocybin Hypochondriasis”, track tersebut bercerita tentang bahaya narkotika dan penyalahgunaan, tertuju pada jenis kotoran sapi (jamur) atau magic mushroom. Jelas bisa dikatakan jamur tersebut banyak berefek negatif macam halusinasitingkat tinggi hingga dapat memicu masalah mental dan emosional bahkan kecelakaan dalam pengaruhnya.

- Advertisement -
Musicoloidhttps://musicoloidnews.com
MUSICOLOID NEWS is an online news media that contains information about the world of music, from the latest album releases and singles from various Indonesian independent bands as well as information on the best music events from all over Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -