23.4 C
Jakarta
Senin, Februari 23, 2026
- Advertisement -spot_img

Layaw Duduki “Tahta Api”, Album Penuh Amarah dan Distorsi Berlapis Api

- Advertisement -spot_img

Layaw, kelompok musik yang mengusung apa yang mereka sebut sebagai rock neraka, resmi memperkenalkan album terbaru mereka berjudul “Tahta Api.” Lahir dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Layaw membawa energi liar, kacau, dan berapi-api, seperti lahar panas yang tak pernah berniat mendingin.

Terbentuk pada 20 Desember 2023, Layaw hadir sebagai antitesis dari situasi musik lokal yang mereka anggap monoton dan kehilangan bahaya. Nama Layaw, yang diambil dari bahasa Melayu dengan arti tidak jelas atau kacau, justru menjadi fondasi identitas mereka. Kekacauan bukan untuk disembunyikan, melainkan dirayakan sepenuhnya.

Album “Tahta Api” menjadi manifestasi dari semangat tersebut. Musik Layaw bergerak dalam distorsi kasar, riff berat, dan atmosfer gelap yang terus menekan. Emosi menjadi bahasa utama. Setiap nada dan dentuman menyuarakan ekspresi kemanusiaan yang meledak-ledak, tanpa upaya untuk terdengar ramah atau aman.

Pengaruh band-band seperti Black Sabbath dan Alice in Chains terasa kental. Layaw mengaku terobsesi pada era ketika rock masih terasa berbahaya, gelap, dan penuh gairah. Lewat “Tahta Api”, mereka berusaha membangkitkan kembali api itu, dengan keyakinan bahwa rock masih bisa membakar, bukan sekadar menghangatkan.

Secara tematik, album ini berangkat dari keresahan The Goath, vokalis Layaw. Lirik-liriknya menyentuh berbagai lapisan kegelisahan: kesenangan yang tak berujung, Black and Roll, stygiophilia, rock bottom, berbagai isme, hingga bayang-bayang kematian dan bunuh diri yang terus menghantui. Semua disampaikan secara brutal, jujur, dan tanpa sensor emosional.

Musik dalam “Tahta Api” dipenuhi elemen-elemen tak terduga. Setiap instrumen dimainkan dengan intensitas tinggi, panas, dan agresif, seperti ribuan tombak api yang menghujam telinga. Vokal terdengar seperti raungan dari dasar neraka, mempertegas visi Layaw tentang musik sebagai ledakan rasa, bukan sekadar hiburan.

“Tahta Api” bukan hanya album, melainkan pernyataan sikap. Layaw menempatkan diri mereka sebagai api yang siap membakar apa pun yang menghalangi, serta sebagai perlawanan terhadap kemapanan dan stagnasi. Sebuah perjalanan menuju neraka versi mereka sendiri, dengan satu jalan yang jelas: My Way to Hell.

- Advertisement -spot_img
Musicoloid
Musicoloidhttps://musicoloidnews.com
MUSICOLOID NEWS is an online news media that contains information about the world of music, from the latest album releases and singles from various Indonesian independent bands as well as information on the best music events from all over Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

For Your Day

- Advertisement -spot_img