26.8 C
Jakarta
Rabu, Februari 11, 2026
- Advertisement -spot_img

Sound Horeg Candu atau Cuma Ganggu? #reviewjujur

- Advertisement -spot_img

Kalo kamu sering scroll sosial media, seperti tiktok, instagram, pasti tidak asing dengan istilah sound horeg kan? Yap, remix musik dengan dentuman bass super kencang, efek suara heboh, dan sensasi yang bikin jantung ikut bergetar.

Awalnya, hanya menjadi sebuah hiburan di kalangan penggemar modifikasi audio dan sound system. Tetapi sekarang, sound horeg sudah menjadi fenomena yang viral banget di media sosial.

Masalahnya, trend ini membuat netizen terbelah menjadi dua kubu, Ada yang bilang “seru banget, bikin semangat” tapi ada juga yang nyeletuk “aduh, berisik banget sih!”

Dentuman bass yang bikin ketagihan, tidak bisa dipungkiri. Sound horeg punya daya tarik tersendiri, membuat sebagian penikmat lagu-lagu  remix ini berjoget. Sensasi ini yang membuat sebagian orang merasa ketagihan. Rasanya kaya dopamine rush versie audio.

Tapi, bisa mengganggu juga. Di sisi lain, tidak semua orang dapat menikmati suara jedag jedug yang intens ini. Apalagi kalau diputar di tempat umum, volume maksimal, seperti acara karnaval tanpa konteks yang jelas. Rasanya seperti diserang gelombang suara dari segala arah.

Fenomena sound horeg ini sebenarnya menarik banget, apalagi dilihat dari sisi budaya digital. Hal ini menunjukan, bagaimana trend audio bisa menyebar secepeat itu di dunia maya. Tetapi juga memunculkan pertanyaan tentang “etika mendengarkan”.

Seberapa jauh sih, batas antara ekspresi diri dan kenyamanan orang lain? Musik memang soal selera, tetapi apabila sudah masuk ke ruang publik harus tetap ada batasan seperti, aturan sosial, etika, dan hukum yang memepertimbangkan kenyamanan dan hak orang lain.

Sound horeg itu seperti kopi hitam, untuk sebagian orang “nikmat banget” tetapi untuk yang lain bisa buat deg degan dan tidak nyaman. Semua itu tergantung selera dan konteks.

Yang jelas, trend ini menjadi pengingat bahwa dunia audio bukan hanya soal musik. Tetapi juga tentang inetraksi sosial dan empati digital. Terkadang, yang membuat ramai itu  bukan cuma suara bassnya, tetapi juga cara kita menanggapinya.

Author by:
Serlinda Triana
serlindatriana29@gmail.com

- Advertisement -spot_img
Musicoloid
Musicoloidhttps://musicoloidnews.com
MUSICOLOID NEWS is an online news media that contains information about the world of music, from the latest album releases and singles from various Indonesian independent bands as well as information on the best music events from all over Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -spot_img

For Your Day

- Advertisement -spot_img