31.1 C
Jakarta
Jumat, Februari 3, 2023
- Advertisement -

Mandoors Berusaha Lepas dari Nostalgia dalam Single “Memaksa”

- Advertisement -

Entah dalam balutan nostalgia ataupun tujuan bereksplorasi, kebangkitan genre psikedelik memang selalu menarik untuk didengar. Dalam hal keunggulan teknis, kuartet neo-psikedelik asal Semarang ini tidak perlu diragukan lagi. “Memaksa” merupakan salah satu nomor paling menarik dari album debut Mandoors yang akan release tahun ini, dibandingkan dengan 2 nomor mereka sebelumnya, “Tata Kala Siapa” dan “Mau Jadi Apa” yang telah rilis akhir tahun lalu.

Dimulai dengan instrumen saw-synth 70-an, “Memaksa” berhasil tampil mencolok sekaligus konvensional dalam struktur lagu psych-rock-nya. Mirip dengan EP debut mereka bertajuk “Scepticism”, melodi lagu ini tetap memiliki nuansa desert rock. Single ini berhasil mereplikasi karakteristik track dari EP debut mereka, semuanya terjadi tanpa sengaja mengingat selama ini mereka sedang berusaha melepaskan diri dari karakteristik desert rock. Upaya ini cukup membuahkan hasil, lagu “Memaksa” terdengar lebih eksploratif dan matang dari segi aransemen dan suara. Lirik “Memaksa,” meski ditulis dengan skema rima yang nampak ditulis dengan sangat hati-hati, absen dari catchiness dan pembahasan yang bernas. Meskipun liriknya absen dari makna dan pesan tertentu, kekurangan itu ditebus dalam outro mereka yang menggunakan permainan auto-pan dan tremolo yang brilian.

Sebenarnya, hampir semua proses komposisi lagu-lagu Mandoors terjadi secara kebetulan. Dimulai dari tahun 2018 ketika Iwan, Zuma, Ichsan, dan Dewa mulai membuat demo-demo untuk band tanpa nama milik mereka. Dari kebetulan-kebetulan yang konsisten, lahirlah lagu “People” dari EP pertama Mandoors, “Scepticism,” awal untuk kebetulan-kebetulan yang menyenangkan lainnya. Berangkat dari “People”, Mandoors mulai mengadopsi style dan nuansa lagu “People” ke demo-demo lagu berikutnya. Meski seringkali disandingkan dengan Temples dan Tame Impala, Mandoors menganggapnya sebagai cara mereka menghadirkan suara baru di scene musik Semarang.

Mandoors, unit neo-psikedelik dari Semarang yang terdiri dari Kurniawan Nugroho (Vokal/Gitar), Ichsan Chamami (Synth), M Zuma Mahardhika (Bass), dan Dewa Herlambang (Drum) akan meluncurkan album debut mereka di tahun ini.

- Advertisement -
Musicoloidhttps://musicoloidnews.com
MUSICOLOID NEWS is an online news media that contains information about the world of music, from the latest album releases and singles from various Indonesian independent bands as well as information on the best music events from all over Indonesia.

Related Articles

- Advertisement -

For Your Day

- Advertisement -